Tampilkan postingan dengan label sumber inspirasi terbaik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sumber inspirasi terbaik. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Agustus 2012

3 Tempat Bulan Madu Paling Romantis di Indonesia

Tak perlu jauh-jauh ke luar negeri hanya untuk menikmati bulan madu atau honeymoon yang romantis. Negeri kita Indonesia yang terbentang luas dari Sabang sampai Merauke, juga memiliki banyak tempat yang asik, eksotis dan tak terlupakan. Ingin tahu dimana saja?

1. Pulau Moyo, Nusa Tenggara Barat


Sebagian pula yang terletak 1,5 km arah Utara lepas pantai Pulau SUmbawa ini masih tertutup hutan, namun dibagian tengahnya terhampar padang rumput yang cukup luas. Hamparan pasir putih dan indahnya terumbu karang serta ikan warna-warni yang menghias pantai serta laut, dijamin membuat kita terkagum-kagum.

Selain itu, air tawar yang mengalir di sungai-sungai dengan begitu melimpahnya, lengkap dengan air terjun serta kolam-kolam alami, sudah pasti menambah keindahan pulau ini. Sebuah resor mewah, Amanwana pun telah telah didirikan untuk melayani wisatawan. Konon, tokoh-tokoh ternama seperti Lady Di dan Mick Jagger sudah pernah menginap disana lho. Kamu-kamu nggak mau kalah kan sama mereka?

2. Desa Ubud, Bali
http://www.ubudhotels.net/villa-images/photo/the-ubud-village-resort-spa_big.jpg
Julukan 'Heaven for Spa Lovers' tepat diraih desa yang terkenal dengan budaya, keunikan citarasa dan kealamiannya ini. Para pasangan baru akan mendapat ketenangan jiwa raga dengan melihat pemandangan pegunungan yang hijau dan indahnya sawah bertingkat.

Desa ini juga diyakini bisa memberikan inspirasi dan sejuta ketenangan. Tempat ini dirasa benar-benar cocok untuk semua orang yang mendambakan kadamaian dan ketenangan. Artinya, sangat pas bagi pasangan baru yang ingin berduaan dong...

3. Taman Laut Bunaken, Manado, Sulawesi Utara

Bunaken adalah sebuah pulau di Teluk Manado, nah di sekitar pulau tersebut terdapat Taman Laut bunaken yang eksotis. Taman laut ini merupakan salah satu laut yang memiliki biodiversitas kelautan tertinggi di dunia lho. Tak heran aktivitas scuba diving menarik banyak pengunjung (wisatawan).

Bagi pasangan yang menyukai pantai lengkap dengan segala aktivitasnya, Bunaken merupakan tempat yang tepat untuk kamu. Apalagi ada resor yang berlokasi sangat strategis dengan pemandangan alam Bunaken yang indah, dijamin tak terlupakan deh bulan madu kamu.

Kamis, 16 Agustus 2012

BERDOA KEPADA ALLAH

Berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala merupakan manifestasi keimanan dan penghambaan seorang abdi (hamba) terhadap Khaliknya (Allah). Dengan berdoa inilah seorang hamba akan menjadi dekat dengan Rabbnya karena doa merupakan sarana Taqarrub yang diperintahkan oleh Allah serta dicontohkan pula oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam.

Banyak keutamaan-keutaaman doa dan berdoa. Diantara dari keutamaan doaadalah : 
"Berdoalah kepadaKu,niscaya akan Kuperkenankan bagimu...." ( QS, Al-Mu'min : 40 ).
"Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku,maka (jawablah) bahwa Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepadaKu. Maka, hendaklah mereka memenuhi ( segala perintah )Ku dan hendaklah mereka selalu dalam kebenaran."( QS. Al-Baqarah : 186 ).

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :"Sesungguhnya Tuhanmu Maha Esa dan Maha Pemurah. Ketika seorang hamba mengangkat tangannya kepadaNya dalam berdoa, Dia merasa malu bila hamba itu menarik lagi tanggannya dengan hampa."( HR. Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi )


berdoa kepada Allah, Keutamaan berdoa, Mencari Ilmu

Hal-hal yang berkaitan dengan berdoa kepada Allah Ta'ala di antaranya yaitu : 
  1. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda : "Jika seseorang tidak memohon kepada Allah, Dia akan murka kepadanya." (Shahih Al-Jami', No.2414 ). Apakah doa dikabulkan atau tidak dikabulkan, seseorang harus terus berdoa. Sebaliknya, kita takut akan turunnya murka Allah. Selain itu, doa mendatangkan keridhaan Allah. Oleh karena itu, kita harus terus berdoa tanpa merasa lelah.
  2. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda : "Ibadah yang paling utama adalah berdoa." ( Shahih Al-Jami' , No.1133 ).
  3. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda : "Orang yang paling lemah adalah yang tidak mau berdoa, dan orang yang paling bakhil adalah yang tidak mau memberi salam." ( Shahih Al-Jami' ,No 1055 ).
  4. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda : "Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah Yang Mahatinggi daripada doa." ( Shahih Al-Jami', No.5268 ).
  5. Jika Anda ingin agar doa kita dikabulkan, berdoalah secara rutin dalam sholat anda dan dalam sholat-sholat sunnah. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :"Jika seseorang menyatakan permusuhan kepada waliKu, maka Aku akan menyatakan perang terhadapnya.
  6. Sesuatu yang paling disukai yang dapat mendekatkan hambaKu kepadaKu adalah apa yang Aku perintahkan kepadanya. Namun hambaKu masih terus mendekat kepadaKu dengan sholat-sholat sunnah sehingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, maka Aku menjadi pendengarannya yang dengannya ia mendengar, menjadi penglihatannya yang dengannya ia melihatnya, menjadi tangannya yang dengannya ia berbuat, dan menjadi kakinya yang dengannya ia berjalan. Jika ia meminta kepadaKu, maka Aku akan memberinya. Jika ia mencari perlindunganKu, maka Aku akan melindunginya." ( HR. Al - Bukhari ).
  7. Hal yang terbaik bagi seseorang adalah berdoa dengan doa-doa yang terdapat dalam Al - Quran dan Sunnah dengan beberapa perubahan sepanjang mengikuti syarat-syarat dan adab-adab berdoa.
  8. Dianjurkan kepada seseorang agar bersyukur kepada Allah setelah doanya dikabulkan.
  9. Aisyah ra berkata : "Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam lebih menyukai doa yang memiliki cakupan luas dan meninggalkan doa-doa yang terbatas."( HR.Abu Dawud ).
  10. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda : " Tak ada sesuatu pun yang menolak Qadha Allah kecuali doa,dan tidak ada sesuatu yang dapat menambah umur kecuali kesalihan ". (Shahih Al - Jami' , No 7564 )
  11. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda : "Setiap nabi memiliki sebuah doa yang dikabulkan. Akan tetapi,aku ingin menyimpa doaku, Insya Allah untuk syafaat kepada umatku pada hari kiamat."( HR. Bukhari, Muslim ).

HIKMAH RAMADHAN


Marhaban Ya Ramadhan. Selamat datang bulan Ramadhan. Bulan yang penuh dengan keberkahan dan juga kebaikan. Dan kita sebagai umatNya dan umat Rasulullah shallallahu a'laihi wa sallam wajib melaksanakan salah satu kewajiban kita yaitu kewajiban menjalankan puasa. Kewajiban dalam melaksanakan puasa di Bulan Ramadhan ini telah Allah Firman kan dalam salah satu ayatNya yaitu : "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa".(QS. Al Baqarah{2} : 183).


keutamaan hikmah puasa ramadhan, Mencari Ilmu

Bulan Ramadhan adalah bulan kebaikan serta bulan penuh dengan keberkahan. Banyak pula keutamaan hikmah ramadhan yang bisa kita petik dari kebaikan keberkahan bulan Ramadhan ini, adalah :
  1. Pelajaran dan belajar untuk pandai menahan diri dari hal yang membatalkan ibadah kita termasuk ibadah puasa ramadhan kita. Kita mengetahui bahwasannya puasa ialah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa (seperti halnya makan, minum, hubungan kelamin, dan lain-lain) dan dimulai semenjak mulai terbitnya fajar di pagi hari sampai dengan terbenamnya matahari, disertai niat ibadah ikhlas hanya kepada Allah, karena mengharapkan ridho-Nya serta menyiapkan diri dengan baik dalam rangka meningkatkan takwa kepada Allah Ta'ala. Jadi niat kita adalah karena mencari keridhoan Allah dan menahan diri dari sesuatu yang merusak bahkan membatalkan puasa kita walaupun dalam keadaan bukan berpuasa hal tersebut di atas dasarnya adalah hal yang mubah.
  2. Pelajaran untuk meningkatkan kadar keimanan serta ketakwaan kita. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :"Jika telah datang awal malam bulan Ramadhan, diikatlah para setan dan jin-jin yang jahat, ditutup pintu -pintu neraka, tidak ada satu pintupun yang dibuka, dan dibukalah pintu-pintu surga, tidak ada satu pintupun yang tertutup, berseru seorang penyeru: wahai orang yang ingin kebaikan lakukanlah, wahai orang yang ingin kejelekan kurangilah. Dan bagi Allah membebaskan sejumlah orang dari neraka. Hal itu terjadi pada setiap malam."(HR. Tirmidzi). Dengan dibukanya pintu kebaikan maka marilah kita manfaatkan moment Bulan Ramadhan ini untuk meningkatkan keimanan serta ibadah kita dan juga menjauhi segala hal-hal yang buruk. Tentunya hal tersebut bukan hanya dilakukan pada bulan Ramadhan saja, tetapi pada sebelas bulan berikutnya. Hanya saja pelajaran dan hikmah bulan Ramadhan ini kita gunakan untuk banyak berbuat kebaikan serta sunnah-sunnah Rasulullah.
  3. Pelajaran ramadhan selanjutnya adalah kita bisa belajar bahwasannya puasa akan membuat kita bisa merasakan rasa lapar serta dahaga yang seringkali melingkupi saudara-saudara kita yang serba kekurangan dan berada di bawah garis kemiskinan. Dengan kita bisa merasakan haus dan dahaga maka kita akan bisa semakin toleransi kepada saudara-saudara kita dan tak segan untuk bisa memberikan bantuan kepada saudara-saudara kita, bahwasannya kita hidup bersama orang lain dan kita harus bisa untuk saling berbagi

Rabu, 08 Agustus 2012

Renungan Siang



"Seumur hidup kita menggendong orangtua di pundak kita, tidak akan bisa membalas jasa-jasa orang tua kita"

Delapan Kebohongan Seorang Ibu Dalam Hidupnya 

Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan
membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah
ini justru sebaliknya.

Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini
justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat
sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling
indah di dunia.

Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang
anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja,
seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi
nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata: 


"Makanlah nak, aku tidak lapar"
KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA

Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu
senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, ibu berharap
dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi
untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar
dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk
disamping gw dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang
yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu
seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sumpitku dan
memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia
berkata:

"Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan"
KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA
Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku,
ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk
ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk
menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari
tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan
gigihnya melanjutkan pekerjaanny menempel kotak korek api. Aku berkata
:"Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus kerja.

"Ibu tersenyum dan berkata :"Cepatlah tidur nak, aku tidak capek"
KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA

Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi
ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu
yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama
beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah
selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah
disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak
dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat
ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu
sambil menyuruhnya minum.

Ibu berkata :"Minumlah nak, aku tidak haus!"
KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT

Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap
sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu,
dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita
pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat
kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati
yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar
maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat
kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk
menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan
nasehat mereka, 


Ibu berkata : "Saya tidak butuh cinta"
KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA

Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan
bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak
mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit
sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang
bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu
memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang
tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut.

Ibu berkata : "Saya punya duit"
KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM

Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian
memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat
sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di
perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa
ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati,
bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku :

"Aku tidak terbiasa"
KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH

Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung,
harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudra
atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku
melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani
operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh
kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku
karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu
menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering.
Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit
sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti ini. Tetapi ibu dengan
tegarnya berkata :

"Jangan menangis anakku, Aku tidak kesakitan"
KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.

Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta
menutup matanya untuk yang terakhir kalinya. Dari cerita di atas, saya
percaya teman-teman sekalian pasti merasa tersentuh dan ingin sekali
mengucapkan : " Terima kasih Ibu ! "

Coba dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon
ayah ibu kita? Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita
untuk berbincang dengan ayah ibu kita?

Di tengah-tengah aktivitas kita yang padat ini, kita selalu mempunyai
beribu-ribu alasan untuk meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian. Kita
selalu lupa akan ayah dan ibu yang ada di rumah. Jika dibandingkan
dengan pacar ('afwan yah nyindir yg pacaran), kita pasti lebih peduli
dengan pacar. Buktinya, kita selalu cemas akan kabar pacar, cemas
apakah dia sudah makan atau belum, cemas apakah dia bahagia bila di
samping kita...??

Namun, apakah kita semua pernah mencemaskan kabar dari ortu kita? Cemas
apakah ortu kita sudah makan atau belum? Cemas apakah ortu kita sudah
bahagia atau belum? Apakah ini benar? Kalau ya, coba kita renungkan
kembali lagi...

Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi ortu kita, lakukanlah yang terbaik.

Jangan sampai ada kata "MENYESAL" di kemudian hari.

Selasa, 03 Juli 2012

SUMBER INSPIRASI


KEYWORD:

kumpulan gambar rumah minimalis, foto interior rumah, design eksterior, interior rumah minimalis, contoh desain interior, rumah minimalis modern, contoh rumah minimalis,
foto rumah minimalis, sketsa rumah minimalis, gambar desain interior rumah, foto desain interior, design eksterior rumah,
desain bangunan rumah, desain denah rumah, contoh rumah idaman, contoh gambar rumah minimalis, gambar denah rumah minimalis, interior rumah idaman, rumah idaman minimalis, gambar desain rumah minimalis, bangunan rumah minimalis, gambar gambar rumah minimalis, desain dapur rumah, desain eksterior rumah, desain taman rumah,
desain exterior rumah, design denah rumah, contoh design rumah minimalis, gambar design rumah minimalis, gambar gambar rumah sederhana, membangun rumah minimalis, contoh denah rumah sederhana, contoh gambar dapur, gambar desain dapur minimalis, foto dapur rumah, gambar gambar dapur, gambar design dapur, contoh gambar taman,
gambar desain taman, contoh taman rumah, contoh desain kamar tidur, contoh desain kamar mandi, contoh gambar kamar mandi, gambar desain kamar mandi, gambar design kamar mandi, desain eksterior rumah minimalis, design ruang makan, contoh gambar desain rumah, kumpulan desain rumah, foto desain rumah, interior design rumah minimalis,
contoh interior rumah, gambar desain interior rumah minimalis, gambar desain ruang keluarga, gambar desain kamar, desain rumah interior, desain interior rumah idaman,
kumpulan gambar rumah, kumpulan desain rumah minimalis,
design dapur dan ruang makan, contoh gambar kerja, contoh gambar denah rumah, gambar design kamar, gambar design taman, desain taman dalam rumah, kumpulan foto rumah minimalis, contoh dapur rumah, koleksi foto rumah minimalis,
foto foto rumah idaman, foto foto rumah minimalis, membuat denah rumah, gbr rumah minimalis, kumpulan denah rumah minimalis, gambar denah rumah sederhana, gambar rumah dan denah.

Rabu, 27 Juni 2012

BERTEMAN DENGAN SIAPA SAJA ATAU PILIH - PILIH ?


Penampilan menarik, murah senyum, ringan tangan dan mudah bergaul apakah anda kenal dengan orang seperti ini atau mungkin Andalah sendiri orangnya? Kalau iya, anda pasti dapat dengan mudah memperoleh teman yang banyak, bahkan sahabat.

Tidak diragukan, menjadi pribadi yang menarik dan punya banyak teman dimana-mana adalah hal yang menyenangkan. Tapi, ada yang perlu diwaspadai. Apakah itu?
Kebanyakan orang menganggap bahwa "semakin banyak teman semakin baik." Setujukah Anda?
Bisa jadi Anda setuju. Namun, bila Anda tidak setuju, mungkin Anda termasuk sedikit orang yang menyadari perlunya selektif dalam berteman.

Dahulu ketika masih duduk di bangku sekolah dasar, guru Anda mungkin pernah mengajari untuk tidak boleh membeda-bedakan atau memilih teman. Setelah lebih dewasa, Anda mungkin menyadari bahwa konsep yang ditanamkan ini tidak sepenuhnya baik. Dalam aspek tertentu memang kita perlu menerima perbedaan. Tapi, tentu saja dalam banyak hal lainnya kita perlu selektif. Biasanya seseorang memilih teman hanya berdasarkan satu kriteria, apakah teman itu membuatnya merasa nyaman ketika bergaul bersamanya atau tidak.

Tak terhitung banyaknya anak, remaja, hingga orang dewasa yang mengalami kerugian karena salah bergaul, yang diawali dengan salah memilih teman. Kerugian ini bahkan bisa berakibat kematian. Meskipun banyak orang meragukan kuatnya pengaruh pergaulan, fakta jelas-jelas menunjukkan sebaliknya. Merasa diri kuat di tengah pergaulan buruk rupanya sama sekali tidak menjamin bahwa seseorang tidak akan terpengaruh oleh pergaulan tersebut.

Jadi, manakah yang lebih baik?
Berteman dengan siapa saja, atau berkawan dengan mereka yang kita anggap cocok saja?
Karena jika memaksa bergaul dengan orang-orang yang tidak kita inginkan, takutnya malah bikin sebel hati. Jadi... Jalan tengahnya adalah mungkin dengan melihat sisi manfaat dan mudharatnya. Menurut saya jika menjalin komunikasi dengan A bisa menambah ilmu, pengetahuan, memperbaiki akhlak, memberi nasehat yang baik, mendorong saya untuk berbuat baik dan bekerja ikhlas untuk dunia akhirat, seseorang yang saya bisa berbagi suka duka, demikian pula saya merasa nyaman mendengar keluh kesah dan bahagianya, bisa saling tukar pendapat, kritik dan saling mengingatkan, maka saya akan mempertahankan pertemanan itu. Tapi jika sebaliknya, maka saya memilih untuk membatasi komunikasi dengannya. Dan, tentunya saya pun harus siap juga jika ada satu atau beberapa orang yang bersikap demikian terhadap saya.

Bukankah kita hidup didunia ini selalu dihadapkan antara pilihan dan konsekuensinya,.. Betul Tidak.
Hehehehe.......

MEMILIH ANTARA CINTA ATAU HARTA


Prinsip hidup, "ngapain hidup di bikin susah, enjoy aja lagi".

Sebuah kalimat yang spontan, jujur, tanpa pikir panjang dari sebuah pertanyaan yang berat, berpengaruh besar pada masa depan dan bukan pertanyaan yang seharusnya dijawab dengan otak yang mencoba berfikir cepat dengan hati yang berkata " What should i say ? ". Namun, ditengah kesendirian saya ini, saya mencoba untuk menelaah kembali. "Did I do the right thing ?"

Banyak media elektronik, buku atau majalah yang kerap mengatakan, bahwa dalam dunia percintaan, yang terpenting ialah kenali diri kita sendiri terlebih dahulu. Baru setelah itu menjalani hubungan yang baik dengan moto (yang umum bangett), yaitu Be Yourself.

Tapi bagaimana jika diri Anda ini, bukanlah diri yang sebaik-baiknya?
Semisal, pribadi yang pemalas, manja, tidak bisa memasak, ogah melakukan pekerjaan rumah, tidak mau susah, terlalu bergantung pada orangtua, dan lain sebagainya?
Atau Seorang yang cuek, acuh, sombong dan tidak mau menerima nasehat orang laen dsb ?
Apakah kita tetap harus berpegang teguh pada prinsip Be Yourself  tersebut ?

Konon, wanita yang tidak bisa memasak harus mendapatkan pria yang bisa menerima hal itu, bahkan lebih baik lagi mendapatkan pria yang hobi memasak, pandai mengurus rumah dsb!!. (bener ga yaa ....?)
And, pria yang kurang smart, cuek, sombong dan bandel harus mendapatkan wanita yang pendiam, pengertian dan sayang keluarga. Memang alangkah menyenangkannya bila kekurangan kita ditutupi oleh kelebihan dia (kekasih). Alasan klisenya... Saling melengkapi, lah. 

"Bukankah cinta itu dimana kedua insan saling melengkapi masing-masing?", 
"Bukankah cinta itu berarti menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing?". 

Selama ini, cinta yang murni, identik dengan merangkak dari bawah terlebih dahulu bersama dari bawah.
Sedangkan cinta yang kurang murni, melihat apakah si pria sudah betul-betul mapan atau belum, si wanita orang tuanya siapa, dan lain sebagainya. Mungkin sudah waktunya ada skripsi atau tesis, atau bahkan disertasi yang melakukan penelitian mengenai cinta, mengingat hal ini adalah salah satu perihal yang tidak kalah complicated dengan tema-tema lainnya. 

Seorang sahabat saya kerap berkencan dengan pria yang berbeda-beda untuk mencari yang berprospek paling baik, dimana segi kemapanan, finansial atau harta ialah yang pertama ia lihat terlebih dahulu sebelum kebaikan, perhatian dan kecapakan fisik. Ia berhasil membuang jauh-jauh 'perasaan' dan mengedepankan logika. Suatu hal yang sulit dilakukan oleh wanita. Yang dilakukan sahabat saya bukan hal yang salah. Karena tidak sepantasnya kita menghakimi jalan pilihan dari seseorang. 

Lain lagi dengan sahabat saya yang lain, dimana ia memilih cinta, tambatan hatinya, ketimbang calon pilihan orang tuanya. Pria yang dicintainya belum mapan dan kurang lebih seumuran. Yang ia andalkan hanya sebuah cinta dan kenyamanan, yang membuat ia bertahan dengan apa yang menjadi pilihannya.

Sahabat-sahabat saya begitu hebat. Mereka telah menentukan pilihannya masing-masing, antara Cinta dan Harta. Kedua pilihan yang sama-sama baik, tidak bisa kita persalahkan dan sah-sah saja.

Semua orang kan berhak menentukan pilihan masing-masing. Tul ga ?

Nahh bagaimana dengan anda ?
Salam Cinta dan Harta.

BAGAIMANA CARA BAHAGIAKAN ORANG TUA ?


Kita selaku anak, sering kali tanpa sadar menyakiti hati orangtua, baik dari segi perkataan dan perbuatan. Sering kita menyesal, tapi sering pula kita tak mampu mengucap kata maaf dan berwajah manis dikala kita sedang ada masalah sendiri, lelah atau sibuk dalam pekerjaan hingga lalai dalam memperhatikan kedua orangtua kita. Selagi orangtua kita masih ada, berusahalah memperhatikan dan menyayanginya dengan sepenuh hati dalam bentuk kebaikan dalam wujud perbuatan.

Bentuk-bentuk berbuat baik kepada kedua orang tua adalah :

(1).Pertama, bergaul dengan keduanya dengan cara yang baik.
Di dalam hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam disebutkan bahwa memberikan kegembiraan kepada seorang mu'min termasuk shadaqah, lebih utama lagi kalau memberikan kegembiraan kepada kedua orang tua kita.
Dalam nasihat perkawinan dikatakan agar suami senantiasa berbuat baik kepada istri, maka kepada kedua orang tua harus lebih daripada ke istri. Karena dia yang melahirkan, mengasuh, mendidik dan banyak jasa lainnya kepada kita.
Dalam suatu riwayat dikatakan bahwa ketika seseorang meminta izin untuk berjihad (dalam hal ini fardhu kifayah kecuali waktu diserang musuh maka fardhu 'ain) dengan meninggalkan orang tuanya dalam keadaan menangis, maka Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata, "Kembali dan buatlah keduanya tertawa seperti engkau telah membuat keduanya menangis" (Hadits Riwayat Abu Dawud dan Nasa'i) Dalam riwayat lain dikatakan : "Berbaktilah kepada kedua orang tuamu" (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim)

(2).Kedua, yaitu berkata kepada keduanya dengan perkataan yang lemah lembut.
Hendaknya dibedakan berbicara dengan kedua orang tua dan berbicara dengan anak, teman atau dengan yang lain. Berbicara dengan perkataan yang mulia kepada kedua orang tua, tidak boleh mengucapkan 'ah' apalagi mencemooh dan mencaci maki atau melaknat keduanya karena ini merupakan dosa besar dan bentuk kedurhakaan kepada orang tua. Jika hal ini sampai terjadi, wal iya 'udzubillah.
Kita tidak boleh berkata kasar kepada orang tua kita, meskipun keduanya berbuat jahat kepada kita. Atau ada hak kita yang ditahan oleh orang tua atau orang tua memukul kita atau keduanya belum memenuhi apa yang kita minta (misalnya biaya sekolah) walaupun mereka memiliki, kita tetap tidak boleh durhaka kepada keduanya.

(3)Ketiga, yaitu selalu Tawadlu / rendah diri.
Tidak boleh sombong apabila sudah meraih sukses atau mempunyai jabatan di dunia, karena sewaktu lahir kita berada dalam keadaan hina dan membutuhkan pertolongan. Kedua orang tualah yang menolong dengan memberi makan, minum, pakaian dan semuanya.
Seandainya kita diperintahkan untuk melakukan pekerjaan yang kita anggap ringan dan merendahkan kita yang mungkin tidak sesuai dengan kesuksesan atau jabatan kita dan bukan sesuatu yang haram, wajib bagi kita untuk tetap taat kepada keduanya. Lakukan dengan senang hati karena hal tersebut tidak akan menurunkan derajat kita, karena yang menyuruh adalah orang tua kita sendiri. Hal itu merupakan kesempatan bagi kita untuk berbuat baik selagi keduanya masih hidup.

(4)Keempat, yaitu memberikan infak (shadaqah) kepada kedua orang tua.
Semua harta kita adalah milik orang tua. Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala surat Al-Baqarah ayat 215.
"Artinya : Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka infakkan. Jawablah, "Harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu bapakmu, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan. Dan apa saja kebajikan yang kamu perbuat sesungguhnya Allah maha mengetahui"
Jika seseorang sudah berkecukupan dalam hal harta hendaklah ia menafkahkannya yang pertama adalah kepada kedua orang tuanya. Kedua orang tua memiliki hak tersebut sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam surat Al-Baqarah di atas. Kemudian kaum kerabat, anak yatim dan orang-orang yang dalam perjalanan. Berbuat baik yang pertama adalah kepada ibu kemudian bapak dan yang lain, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berikut.
"Artinya : Hendaklah kamu berbuat baik kepada ibumu kemudian ibumu sekali lagi ibumu kemudian bapakmu kemudian orang yang terdekat dan yang terdekat" (Hadits Riwayat Bukhari dan Tirmidzi).
Sebagian orang yang telah menikah tidak menafkahkan hartanya lagi kepada orang tuanya karena takut kepada istrinya, hal ini tidak dibenarkan. Yang mengatur harta adalah suami sebagaimana disebutkan bahwa laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita. Harus dijelaskan kepada istri bahwa kewajiban yang utama bagi anak laki-laki adalah berbakti kepada ibunya (kedua orang tuanya) setelah Allah dan Rasul-Nya. Sedangkan kewajiban yang utama bagi wanita yang telah bersuami setelah kepada Allah dan Rasul-Nya adalah kepada suaminya. Ketaatan kepada suami akan membawanya ke surga. Namun demikian suami hendaknya tetap memberi kesempatan atau ijin agar istrinya dapat berinfaq dan berbuat baik lainnya kepada kedua orang tuanya.

(5)Kelima, setiap saat selalu mendo'akan orang tua.
Sebagaimana dalam ayat "Robbirhamhuma kamaa rabbayaani shagiiro" (Wahai Rabb-ku kasihanilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku diwaktu kecil). Seandainya orang tua belum mengikuti dakwah yang haq dan masih berbuat syirik serta bid'ah, kita harus tetap berlaku lemah lembut kepada keduanya. Dakwahkan kepada keduanya dengan perkataan yang lemah lembut sambil berdo'a di malam hari, ketika sedang shaum, di hari Jum'at dan di tempat-tempat dikabulkannya do'a agar ditunjuki dan dikembalikan ke jalan yang haq oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Apabila kedua orang tua telah meninggal maka : 

Yang pertama kita lakukan adalah meminta ampun kepada Allah Ta'ala dengan taubat yang nasuh (benar) bila kita pernah berbuat durhaka kepada kedua orang tua sewaktu mereka masih hidup.

Yang kedua adalah mendo'akan kedua orang tua kita.
Dalam sebuah hadits dla'if (lemah) yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Ibnu Hibban, seseorang pernah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.
"Apakah ada suatu kebaikan yang harus aku perbuat kepada kedua orang tuaku sesudah wafat keduanya ?" Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, "Ya, kamu shalat atas keduanya, kamu istighfar kepada keduanya, kamu memenuhi janji keduanya, kamu silaturahmi kepada orang yang pernah dia pernah silaturahmi kepadanya dan memuliakan teman-temannya" (Hadits ini dilemahkan oleh beberapa imam ahli hadits karena di dalam sanadnya ada seorang rawi yang lemah dan Syaikh Albani Rahimahullah melemahkan hadits ini dalam kitabnya Misykatul Mashabiih dan juga dalam Tahqiq Riyadush Shalihin. (Bahajtun Nazhirin Syarah Riyadush Shalihin Juz I hal.413 hadits No. 343))

Sedangkan menurut hadits-hadits yang shahih tentang amal-amal yang diperbuat untuk kedua orang tua yang sudah wafat, adalah : 
1. Mendo'akannya 
2. Menshalatkan ketika orang tua meninggal 
3. Selalu memintakan ampun untuk keduanya
4. Membayarkan hutang-hutangnya 
5. Melaksanakan wasiat yang sesuai dengan syari'at 
6. Menyambung tali silaturrahmi kepada orang yang keduanya juga pernah menyambungnya 
(Diringkas dari beberapa hadits yang shahih).
Sebagaimana hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dari sahabat Abdullah bin Umar Radhiyallahu 'anhuma.
"Artinya : Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Sesungguhnya termasuk kebaikan seseorang adalah menyambung tali silaturrahmi kepada teman-teman bapaknya sesudah bapaknya meninggal" (Hadits Riwayat Muslim)
Dalam riwayat yang lain, Abdullah bin Umar Radhiyallahu 'anhuma menemui seorang badui di perjalanan menuju Mekah, mereka orang-orang yang sederhana. Kemudian Abdullah bin Umar mengucapkan salam kepada orang tersebut dan menaikkannya ke atas keledai, kemudian sorbannya diberikan kepada orang badui tersebut, kemudian Abdullah bin Umar berkata, "Semoga Allah membereskan urusanmu". Kemudian Abdullah bin Umar Radhiyallahu 'anhumua berkata, "Sesungguhnya bapaknya orang ini adalah sahabat karib dengan Umar sedangkan aku mendengar sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam :
"Artinya : Sesungguhnya termasuk kebaikan seseorang adalah menyambung tali silaturrahmi kepada teman-teman ayahnya" (Hadits Riwayat Muslim)

KENAPA SI KAYA MAKIN KAYA DAN SI MISKIN MAKIN MISKIN ?


Tahukah anda, kenapa orang kaya semakin kaya, kelas menengah terus bergumul dengan keuangan , dan yang berada di level miskin makin menjadi miskin?

Golongan orang kaya semakin kaya karena begitu penghasilannya bertambah besar, mereka menunda kesenangan, dan terus menjalani gaya hidup yang sama. Penghasilan yang lebih ini mereka investasikan kedalam aset seperti misalnya membeli saham, membangun rumah kost kost-an, ruko yang dikontrakkan, Mall yang disewakan, membuka bisnis sarang walet, dll. Begitu seterusnya, sehingga penghasilan mereka bertambah besar. Dan pada saat penghasilan mereka bertambah besar lagi, mereka investasikan lagi ke dalam asset tersebut diatas, atau membuka peluang usaha menguntungkan yang lain. sehingga semakin kaya dan semakin kaya lagi.

Bagaimana dengan golongan orang menengah? Kenapa mereka bergumul terus secara financial? Ketika orang menengah penghasilannya bertambah besar maka mereka menggunakan kelebihan uang tersebut untuk mencicil rumah yang lebih besar, mobil yang lebih besar, handphone yang lebih canggih, komputer yang lebih modern, televisi yang lebih besar, audio yang lebih canggih dan lain-lain. Orang menengah cenderung memilih membangun rumah mewah yang lebih besar, membeli mobil yang banyak, serta perabot mahal lain. Sehingga terbebani biaya tapi tidak mempunyai uang yang bekerja untuk dia. Pada akhirnya memanfaatkan jasa bank untuk menopang keuangannya. Dan seumur hidupnya menjadi budak uang karena membayar cicilan semakin besar seumur hidupnya. Disamping itu mereka juga sering bepergian ke suatu tempat yang tidak mendapatkan apa-apa didalamnya, hanya demi kesenangan belaka.

Lalu bagaimana dengan golongan kaum miskin? Orang miskin tidak perduli seberapa besar pun penghasilannya semua akan masuk ke pengeluaran. Orang miskin begitu penghasilannya bertambah besar mereka beli TV yang mereka idamkan, beli jam yang lebih keren, beli hp yang lebih baru, beli baju mahal, makan di restoran mewah, ikut keanggotaan demi hobi, ikut asuransi yang tidak perlu, dll.

Berada digolongan manakah anda?

Bila penghasilan Anda bertambah besar, Anda belikan apa?
Apakah untuk hal-hal yang menghasilkan lebih banyak uang bagi anda atau hal-hal yang menghabiskan uang.. ?

Silahkan dijawab, Anda yang tahu termasuk golongan manakan Anda?

CINCIN DI JARI MANIS LAMBANG KESETIAAN


Ini hanyalah sekedar permainan saja, tetapi sangat berarti dalam menyikapi pertanyaan diatas. Banyak yang bertanya "Mengapa cincin selalu dipakai di jari manis?" Setelah saya cari -cari dari sekian banyak teori jawaban mungkin praktek langsung inilah yang dapat menjawabnya. Anda boleh percaya boleh juga tidak.

Lakukan langkah-langkah berikut:

Pertemukan kedua telapak tangan kanan dan kiri Anda.

Tekuk kedua jari tengah ke arah dalam sehingga kedua punggung jari tengah bersentuhan. Keempat ujung jari lain tetap rapat bersentuhan.
Mengapa jari tengah yang ditekuk? Ini supaya adil, agar tidak berat ke kiri ataupun kanan.

Sekarang coba buka ibu jari Anda. Ibu jari dengan mudah dapat dibuka dan di gerakkan (dipisahkan). Ibu jari mewakili orang tua kita. Setelah dewasa, kita akan berpisah dari orang tua, ketika kita menikah atau merantau ke negeri seberang (bekerja).

Tutup kembali ibu jari Anda, kemudian buka jari telunjuk Anda. Jari telunjuk juga gampang dibuka. Jari telunjuk mewakili kakak dan adik kita. Saat mereka menikah dan memiliki keluarga sendiri, mereka juga terpisah dari kita.

Sekarang tutup kembali jari telunjuk Anda, kemudian buka jari kelingking Anda. Jari kelingking juga dengan mudah akan terbuka. Jari kelingking mewakili anak-anak kita. Saat dewasa, mereka akan menikah dan meninggalkan kita.

Terakhir, tutup kembali jari kelingking, lalu buka jari manis, tempat kita memakai cincin. Aneh… jari manis tidak bisa digerakkan atau dipisahkan. Jari manis mewakili pasangan kekasih suami istri. Selamanya mereka akan setia saling bersatu, hanya terpisah saat maut menjemput...



MENUJU SUKSES ATAU MENUJU BERHASIL ?


Siapapun bisa selamat di laut yang tenang, tetapi sang pemenang hanyalah mereka yang bertahan ketika gelombang badai menerjang. Kerja keras, keyakinan (ber-Doa), dan fokus, adalah tiga serangkai kunci menuju keberhasilan.

Merutuki masa lalu adalah kesia-siaan, karena masa lalu tak mungkin kembali, dan yang mendatang tak mungkin ditentang.

Mengeluh kurang waktu tidak pernah membukakan jalan-jalan yang buntu, karena masalah sebenarnya adalah rendahnya semangat, lemahnya tekad, dan kurangnya niat untuk bekerja keras.

Orang-orang luar biasa meiliki satu persamaan :
Memiliki Visi yang jelas, Tegas dan Bijak dalam mengambil suatu keputusan dalam menyelesaikan suatu masalah, semua Sukses datang dari keberanian memulai.
Maka, Jika ada kesempatan baik, jangan tunda lagi sampai besok, sebab besok mungkin sudah terlambat.

Orang tidak akan mengingat berapa kali Kita jatuh, tetapi Mereka akan mengingat berapa kali Kita dapat bangkit kembali untuk belajar dari pengalaman yang menyakitkan, berjuang memulai sesuatu yang baru dan lebih baik lagi tentunya.
karena Manusia yang beruntung adalah Manusia yang hari ini lebih baik dari kemarin, dan hari Esok lebih Cemerlang dari hari ini, begitu seterusnya.

Kegagalan bukanlah lonceng peringatan bahwa sudah waktunya Kita menyerah, melainkan pertanda bahwa sudah saatnya Kita mengubah pola berfikir Kita dengan pendekatan yang lebih Cerdas, memiliki tim yang solid, dan menyusun Strategi yang bagus dalam menyikapi berbagai macam permasalahan yang ada.

Kita janganlah terlena merasa besar dan sombong, karena hal-hal itu yang akan menghancurkan Kita lebih parah melebihi dari sebelumnya.

Bekerja keras tanpa menyusun rencana adalah bagaikan orang berlayar disamudera luas tanpa kompas dan logistik yang memadai.

Selamat Beraktifitas...!!!
Semoga mendapatkan Rizky yang Halalan Thoyyibah untuk Keluarga dirumah...

AMIIN YA ROBBAL'ALAMIN

KETEGUHAN DAN KETANGGUHAN HATI


“Sesunggunya Allah tidak akan merubah suatu kaum,
kecuali mereka sendiri yang berusaha merubahnya“.

Kita salut kepada seorang pemuda yang tekun beribadah dan gigih bekerja. Ia manfaatkan waktu luangnya untuk sesuatu yang berfaedah dan menjaga waktu luang dan kesempatan dari perkara yang percuma. Kita kagum kepada seorang ibu yang mati-matian gigih merawat putranya dengan riski halal saja di tengah-tengah kesulitan ekonomi yang menghimpitnya. Ia tidak mau buah hatinya menelan harta haram. Ia tidak mau putranya hidup dan tumbuh besar dengan disuapi harta haram. Karena itu, ia rela melakukan pekerjaan apa saja asal halal demi buaian hatinya. 

Kita akan salut pada seorang guru yang gigih, istiqomah, sabar, lembut, dan arif bijaksana dalam mengajar murid-muridnya. Merupakan kebanggaan yang tiada ternilai jika murid yang di ajarnya menjadi orang yang berbakti dan berguna bagi nusa dan bangsa. Kita akan salut pada pasukan yang berani mati di medan peperangan, walau pun musuh yang di hadapi jumlahnya jauh lebih banyak. 

Kita akan salut pada pemimpin yang jujur, sederhana, bijak, sopan santun kepada bawahannya dan berjuang siang-malam demi kebaikan bawahannya. Kita akan kagum pada pedagang yang jujur dan ramah pelayanannya terhadap para pelanggan. Kita akan salut terhadap seorang pelajar yang gigih berjuang untuk memberantas kebodohan, hingga semua waktu, tenaga, dan pikirannya hanya untuk belajar. Intinya, kita kan salut kepada mereka yang memiliki ketangguhan hati dalam hidup. Allah sangat menyukai orang yang gigih dan tangguh dalam menghadapi ujian hidup.

Tetapi di sisi lain kita juga menjumpai mereka yang berhati rapuh dan lemah. Minder, mengalah, putus asa sebelum mencoba, malas, mudah patah semangat, dan tidak berani beresiko. Seorang pemuda putus bercinta, fustrasi dan ahirnya bunuh diri. Seorang pekerja –karena kesalahan diri- mendapat teguran dan nasehat dari pimpinannya, ia menjadi patah semangat. Seorang ayah di PHK, menjadi depresi hingga meminum minuman keras. Seorang pejabat yang banyak saingan, ia menjadi kalut takut kedudukannya tergusur, sehingga ia lemah hati dan memutuskan untuk meminta bantuan kepada para normal. Seorang pemuda yang gagal melamar pekerjaan, ia menjadi malas dan tidak semangat untuk berkarir. 

Mereka adalah sosok yang berhati rapuh dan lemah. Merekalah yang akan mengalami kegagalan dalam mengarumi gelombang kehidupan. Mereka pula yang akan tergilas badai dan ujian hidup. Allah benci kepada mereka yang berkecil hati dan berhati rapuh. Kegelisahan dan kerisauan akan menyelimuti orang yang berhati rapuh. Hati yang rapuh dan lemah menunjukkan hati yang lemah keimanannya kepada Allah.

Pertanyaannya sekarang adalah, apakah kita termasuk orang yang berhati gigih atau orang yang berhati rapuh? Ketahuilah! Di balik manusia yang tangguh dan gigih biasanya banyak manusia yang rapuh. Orang yang berhati rapuh di hadapkan masalah yang sepele saja ia akan goyah. Lihat saja, ada yang karena cinta tidak terbalas, bunuh diri. Ada yang karena tidak disapa tetangga, ia panas dingin dan sakit hati. Ada yang karena di hina saja, ia sakit dan dendam kesumat merasa harga dirinya di injak-injak. Karena itu, mulai sekarang kita harus memiliki keberanian untuk mengevaluasi diri. Koreksi, introspeksi, temukan penyebab dan solusinya, lalu perbaiki diri. Di mana letak kekurangan dan kelemahan kita? Kegagalan, permasalahan, keresahan, dan penyesalan sebenarnya kita sendiri yang mengundangnya, karena kita tidak berani mengevaluasi kekurangan diri. Sekarang, apakah kita termasuk orang yang bermental tangguh atau sebaliknya? Kalau sudah mengenali diri, kita harus memiliki program untuk membangun ketangguhan diri dengan memperteguh hati.

Di suatu acara televisi ada kontes ketahanan fisik untuk memilih manusia terkuat. Mereka harus berlari puluhan kilometer, berenang di laut yang bergelombang, menggayuh sepeda di medan yang menanjak, mengarungi kubangan lumpur, dan melalui beberapa rintangan yang sulit dilampaui. Dalam lomba tersebut terlihat ada orang yang semangatnya kuat, tetapi fisiknya lemah. Ahirnya ia pun gugur. Ada yang semangat dan fisiknya lemah, maka ia tersisihkan dari peserta yang lain. Ada yang terlihat fisiknya kuat, tetapi semangatnya lemah, ia pun berahir dengan kegagalan. Ada yang semangatnya dan fisiknya sama-sama kuat, tangguh dan gigih. Mereka inilah yang ahirnya keluar menjadi pemenangnya. 

Ternyata ketangguhan dan keteguhan hati seseorang akan terlihat setelah ia mengarungi medan ujian. Semakin berat medan ujiannya, maka semakin terlihat pula ketangguhannya.
Hidup sejatinya adalah medan perjuangan sekaligus medan ujian yang berat. Yang akan keluar sebagai pemenang hanya mereka yang berhati tangguh. Mereka yang mampu melewati setiap rintangan dan kesulitan dengan baik. Allah akan memberikan kemudahan sesudah kesulitan itu dilalui dengan sabar dan shalat. Dalam al-qur’an Allah berfirman dalam surat al-baqarah ayat 155-156 yang artinya: 
“Dan sungguh akan Kami beri cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar., (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan “Innalillahi wa innaa ilaihi raaji’uun”.

Ketangguhan hakiki tidak terlihat pada kekuatan fisik (walau pun ini penting), tetapi akan terlihat dari keimanannya yang kuat. Manusia yang tertangguh adalah manusia yang paling taqwa dan kuat imannya. Boleh jadi tubuh lemah, rapuh, bahkan lumpuh, tetapi kalau ia memiliki ketangguhan iman, maka kelemahan fisik akan tertutupi. Orang yang kuat imannya akan gigih dan tangguh menghadapi cobaan hidup. Kesulitan apa pun yang menimpanya, tidak sedikit pun ia berpaling dari Allah. Justru ia semakin dekat dengan Allah. Karena semua kesuliatan dan ujian hidup berasal dari Allah, maka ia sandarkan dan gantungkan diri pada pertolongan dan kehendak Allah. Ia sadar bahwa kesulitan dan ujian hidup harus di hadapi dengan sabar dan sepenuh hati. Ia yakin bahwa kesulitan itu takaranya sesuai dengan ukuran manusia dan kesulitan itu ada ujungnya dan pasti segera berlalu. Karena tidak ada kesulitan dan ujian yang langgeng. Ada kesulitan pasti ada kemudahan. Setiap kesulitan akan diliputi kemudahan. Setiap kemudahan diliputi dengan kesulitan. Itu sama halnya dengan tiap kesenangan diiringi dengan kesedihan dan kesedihan diiringi dengan kesenangan. Ia yakin bahwa di balik kesulitan itu tersimpan banyak hikmah dan pelajaran hidup. Orang akan tangguh dan teguh hatinya saat ditimpa musibah, jika hatinya mantap yakin akan pertolongan dan kekuasaan Allah. Iman dan tawakal yang sebenarnya yang membuat hati menjadi tangguh dan teguh.

Di ceritakan bahwa ada seorang yang shaleh dan alim yang bernama Abdul Kadir Bin Abdul Aziz. Ia adalah seorang shaleh yang wara’. Ia pernah bertanya kepada Imam Syafi’I r.a. tentang masalah wara’. Dan Imam syafi’i amat senang akan kedatangannya karena wara’nya. Pada suatu hari ia bertanya kepada Imam Syafi’I r.a.
Abdul Kadir bertanya: 
“Manakah yang lebih utama antara sabar sewaktu di uji atau di beri keteguhan hati?”. Imam Syafi’i menjawab: “Di beri keteguhan hati adalah derajat para nabi a.s. dan tidak ada keteguhan hati kecuali sesudah di uji. Karena itu, jika di uji maka bersabarlah!. Apabila sudah bisa bersabar, maka teguhlah hati. Tidaklah engkau melihat bahwa Allah SWT menguiji Nabi Ibrahim a.s., Nabi Musa a.s., Nabi Ayub a.s., dan Nabi Sulaiman a.s. kemudian Allah SWT memberikan keteguhan hati? Itu semua derajat yang paling utama. (Nasehat 125 Ulama Besar, h.148).
Ada orang yang berkata: 
“Tidak ada yang aku miliki kecuali rasa optimis dan terus berusaha, karena segala sesuatu terjadi atas kehendak-Nya. Oleh karena itu, aku terus berusaha dengan penuh kesabaran dan mengharap kepada-Nya, agar Dia berkehendak dan menentukan keputusan yang terbaik buat aku. Dengan menyadari bahwa segalanya terjadi atas kehendak-Nya inilah, aku menjadi tabah dan tegar menghadapi segala ujian hidup yang berat. Dengan ijin dan pertolongan-Nya, aku dapat melalui semua kesulitan dan ujian itu”.

Dalam dialog di atas dapat kita pahami bahwa keteguhan hati merupakan karunia Allah yang besar, yang diperuntukan pada orang yang sabar saat di uji dan menyerahkan segala keputusannya kepada Allah. Setiap para nabi a.s. diberi keteguhan hati setelah mereka di uji oleh Allah dengan berbagai ujian yang sangat berat. Mereka selalu memohon pertolongan kepada Allah, setiap ujian menerpa mereka. Hati mereka sabar dan tetap bersandar kepada rahmat dan ridha Allah, hingga Allah menurunkan pertolongan-Nya kepada mereka. Karena itu, jadikan diri menjadi manusia tangguh dengan bersabar dan dengan tetap bergantung pada pertolongan Allah. Allah akan mengangkat derajat orang yang memiliki keteguhan hati. Allah akan selalu bersama orang yang hatinya terus bergantung kepada kebesaran dan pertolongan Allah SWT. Semoga kita semua diberikan oleh Allah hati yang sabar, tabah, tangguh, tulus, gigih, istiqomah, dan lapang dada dalam menjalani ujian hidup.

Amin.

GANTENG, PENTING NGGAK SIH ?


Bisa dipastikan hampir 100% dari kaum cewek akan menjawab PENTING. Biar bagaimanapun, hal pertama yang bakal diperhatikan adalah wajah dan penampilan. So pasti, kamu bakal bangga kalo berdampingan dengan cowok cakep. Diajak jalan-jalan oke, dikenalkan ke teman-teman bangga dan bisa nambah PD. Ayo, jujur deh.Hehehe…

Definisi ganteng itu yang gimana sih?
Ganteng menurut kamu belum tentu sama menurut temanmu. Begitu juga ganteng menurut saya, belum tentu kamu sependapat juga. Jadi sebetulnya, semua cowok itu ganteng, sama kayak semua cewek itu cantik.
 Artinya, cakep itu relatif dan jelek itu mutlak hehehe… just kidding.

Ganteng bukan jaminan.
Jadi meskipun ganteng itu penting tapi jangan  melupakan faktor lain semisal kualitas otak dan akhlak seseorang. Menjadi ganteng tak bisa dipilih, tapi mempunyai otak dan akhlak yang berkualitas itu adalah pilihan yang harus melalui proses tertentu untuk mencapainya. Ganteng adalah sebuah anugrah tampilan fisik alias takdir dari Allah. Takwa adalah utama.

So ladies... mulai sekarang jatuhkan pilihanmu pada cowok yang tepat bin benar ya. Lebih baik memilih cowok ganteng tapi bertakwa daripada sudahlah tak ganteng tak bertakwa pula. Aduh…rugi kuadrat tuh..... xixixixi.

Intinya, faktor takwa harus menjadi prioritas dibandingkan kegantengan fisik ketika kamu ngefans pada seseorang atau memilih pendamping hidup kelak. Muslimah yang smart, so pasti tak akan salah pilih.

TUJUAN HIDUP SEORANG MANUSIA


Aku mencoba bertanya pada beberapa orang teman, " apakah tujuan hidupmu? Apakah mencari ketenangan, kekayaan, kedamaian, kekuasaan, ketenaran atau yang lainnya?."
Ternyata jawaban mereka bervariasi, ada yang menjawab kekuasaan, ketenangan, kekayaan, dsb., disertai dengan alasan-alasan tersendiri. Lalu aku bertanya lagi, "apakah semua itu sudah dapat diraih, dicapai atau dirasakan?." Hampir semuanya menjawab "BELUM".
"Kenapa?" tanyaku.
"Karena terkadang atau seolah-olah tujuan hidup itu sudah diraih namun kemudian hilang lagi", ucap mereka.
Aku pun tersenyum. Berarti itu bukanlah tujuan hidup yang di cari sesungguhnya. Sebab jika itu tujuan hidupmu dan anda merasa sudah mendapatkannya maka anda tidak akan pernah kehilangan lagi.
Aku bertanya lagi, "untuk meraih tujuan hidupmu, apakah engaku tahu jalannya? Jika di ibaratkan ingin menuju kesuatu tempat maka kita terlebih dahulu harus tahu jalan mana yang akan ditempuh." Mereka menjawab tidak tahu dengan menggelengkan kepala.
Lalu mereka balik bertanya kepadaku, "lalu apa tujuan hidupmu?
Aku menjawab dengan senyuman. Kemudian…., aku mulai membimbing mereka dengan pertanyaan-pertanyaan yang akan menghantarkan mereka untuk mengetahui apa sebenarnya tujuan hidup manusia itu.

Aku katakan kepada mereka, bahwa Tujuan Hidupku adalah mencari TUHAN. Sebab, jika sudah menemukan Tuhan, maka dunia akan berada dalam genggaman tangan. Ketenangan, kebahagiaan, kekayaan, dsb akan dengan mudah diraih. Yakinlah.

1. Siapa Tuhanmu? Ada yang menjawab Allah SWT, Yesus, Sidartha Gautama, Sang Hyang Widi, dsb. Aku ulangi pertanyaanku, Siapa Tuhanmu? Bukan Siapa Nama Tuhanmu? Yang kalian jawab adalah nama Tuhan kalian. Mereka terdiam. Aku katakan satu hal kepada mereka, bahwa untuk mengetahui siapa Tuhanmu, maka engkau harus mengetahui terlebih dahulu siapa dirimu sebenarnya. Seperti dalam sebuah hadist, "Kenalilah dirimu, maka kau akan mengenal siapa Tuhanmu".

2. Siapa Dirimu sebenarnya? Mereka semuanya terdiam. Tidak ada satu pun yang tahu siapa diri mereka sebenarnya. Baiklah.., aku akan bertanya beberapa hal tentang kamu. Sehingga akhirnya kalian bisa mengenai diri kalian dan apa hakikat sebenarnya manusia itu.

3. Siapa yang memberikan ilmu dan pengetahuan sehingga kalian bisa berpikir, menganalisa dan mengambil sebuah keputusan?
"Guru," jawab mereka. Aku menggelengkan kepala. "Bukan, Dia-lah Tuhan."
Dia yang mengajarkan kepadamu tentang suatu ilmu dan memberikanmu pengetahuan sehingga manusia memiliki kemampuan tertentu. Lalu…, apa hakikat dibalik semua itu. Sadarilah bahwa sesungguhnya manusia itu BODOH.
Apakah kalian percaya? Kalian harus percaya. Tidak sedikit manusia yang mengetahui tentang suatu kebenaran namun tetap melanggarnya dan sebaliknya. Itu menunjukan kebodohan dari manusia.

4. Apa yang kamu bawa ketika lahir dan ketika mati?
"Tidak ada."
Benar. Ketika lahir anak manusia hanya membawa tangisan. Dan ketika mati dia hanya membawa amal dan kain putih saja. Artinya, hakikat manusia yang kedua adalah MISKIN / FAKIR. Lalu…., pantaskan manusia sombong dengan kekayaan yang dimilikinya? Jawabnya tentu tidak. Semua itu hanyalah titipan. Ingatlah hal itu. Jangan pernah menyayangi sesuatu terlalu berlebihan. Sebab jika suatu saat nanti Dzat yang Maha Memiliki segala sesuatu itu mengambilnya dari kita maka kita tidak akan merasa terlalu kehilangan. Karena kita sudah menyadari bahwa yang kita miliki itu sesungguhnya hanyalah titipan-Nya semata.

5. Siapa yang telah memberimu kekuatan untuk melakukan sesuatu atau bergerak? Dialah Tuhan. Tanpa kuasa dan kehendak-Nya niscaya manusia tidak akan mampu untuk mengedipkan matanya. Lalu…, pantaskah manusia sombong karena merasa telah memiliki kekuasaan dan kekuatan tertentu? Jawabnya tentu saja tidak. Hakikat manusia yang ketiga adalah LEMAH TAK BERDAYA.

6. Pernahkah kamu memberi peringatan atau sekedar nasihat kepada sesamamu? Jika pernah, maka itu bagus. Terlepas apakah orang yang kita nasihati itu mau mendengar atau tidak. Tapi jika belum, maka sesungguhnya kita itu rugi. Dalam Surat Al-Ashr ayat 3, dijelaskan bahwa manusia dianjurkan untuk saling nasihat menasihati dalam kebenaran dan dalam kesabaran. Lalu…., apa hakikat manusia yang keempat? Ialah MERUGI, kecuali mereka-mereka yang saling nasihat-menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.
Aku bertanya kepada teman-temanku. "Bisakah kalian mencerna dan merenungi penjelasanku tadi."
"Iya," jawab mereka.

Dengan begitu kalian sudah mengetahui apa hakikat manusia sebenarnya. Dan aku berharap kalian bisa menyadari dan merenunginya sehingga kalian tahu siapa diri kalian sesungguhnya. Sebab, jika kalian sudah mengetahui hakikat diri kalian sebenarnya maka kalian pun akan mengetahui Siapa Tuhanmu. Dialah Dzat yang telah memberikan kita Hidup dan Kehidupan ini.

Sebagai bahan renungan bagi kita semua.
Mudah-mudahan bermanfaat.


Amin.